IBOS 2024 Part 3: Strategi Sukses Menjalankan Bisnis Waralaba & Kemitraan di Indonesia
FRANCHISEGLOBAL.COM-Bisnis waralaba (franchise) telah menjadi salah satu model bisnis yang populer di Indonesia karena menawarkan peluang yang menarik bagi para pengusaha, terutama mereka yang baru memulai.
Seperti kegiatan IBOS (Indonesia Business Online Show) 2024 yang di selenggarakan oleh Media FranchiseGlobal.com pada 24 Agustus 2024. Adapun tema yang diangkat dalam acara seminar dan business matching ini adalah “ Peluang dan Tantangan Bisnis Franchise & Kemitraan. Adapun 3 brand yang berpartisipasi dalam acara ini yakni Depo Air Minum Biru, Rindu Minang, dan Teman Nongkrong.
Sesi pertama diawali dengan seminar bisnis yang dibawakan oleh Tri Raharjo selaku Founder FranchiseGlobal.com & Chairman Indonesia Brand Community. Tri Raharjo mengatakan calon franchisee akan diberikan pelatihan dari franchisor, inilah yang mmbuat bisnis ini kuat karena ada support sebelum outlet dibuka. Sebelumnya dilakukan survey yang utama dan sangat kritikal. Selain itu SDM juga menjadi poin utama dalam berbisnis waralaba,” ujar Tri.(24/8)
Selain modal di bisnis waralaba adalah biaya royalti fee. Mengapa royalti fee?, karena franchisee menggunakan brand dari Brand waralaba. Adapun besaran royalti fee tergantung dari ketentuan brand.
Tri menambahkan bahwa bisnis Waralaba harus memiliki kriteria diantara nya terbukti memiliki ciri khas usaha, kemudian harus memberikan keuntungan untuk franchisee, lanjut memiliki standar pelayanan dan barang /jasa yang ditawarkan dan dibuat secara tertulis.
“Bisnis Waralaba yang benar harus mudah diaplikasikan kepada calon mitra bisnis, selain itu ada dukungan yang berkesinambungan, dan yang tidak kalah penting sudah memiliki HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) yang sudah terdaftar,” jelas Tri Raharjo.
Dalam penjelasan seminar nya Tri juga memjelaskan bahwa franchisee yang bbergabung di suatu bisnis harus diberikan support awal. Adapun support awal kata Tri harus survey & penilaian Lokasi, kemudian adanya dukungan pengawasan dan Pembangunan gerai, setelah itu pewaralaba menyediakan bahan baku awal. Tak cukup sampai disitu pewaralaba juga turut andil dalam recruitment SDM.
“Pelatihan kepada karyawan juga sangat penting untuk terwaralaba, hal ini tentu menjadi faktor terpenting terlebih bisnis yang dijalankan adalah makanan, agar cita rasa terjaga,” bebernya.
Persyaratan bisnis waralaba menurut Tri yang paling utama adalah calon terwaralaba harus menyukai di bidang bisnis tersebut. Mengapa hal ini penting karena ini menjadi penentu bisnis di jangka panjang. Selain itu lokasi pun menjadi sorotan utama dalam berbisnis waralaba, pewaralaba akan men-survey terlebih dahulu atas rekomendasi dari calon mitra.
”Calon mitra sebelum terjun di bisnis waralaba harus mengikuti prosedur dan syarat bisnis yang sudah ditetapkan oleh pemilik bisnis, karena ini bentuk komitmen dari mitra untuk bisnis berkrlanjutan,” terangnya.
Dalam sesi presentasi terakhir Tri Raharjo juga memberikan arahan untuk Poin-poin dalam perjanjian bisnis waralaba. Diantara nya nama & alamat para pihak, kedua jenis Haki, ketiga Hak & Kewajiban para pihak, ketiga bantuan, fasilitas, serta bimbingan operasional serta pelatihan dan pemasaran yang diberikan franchisor dan franchisee


