Forum Ekonomi Perempuan (WEF) ASEAN 2025 di Kuala Lumpur: Menyatukan Pemimpin Perempuan Lintas Batas Menuju Ekonomi Inklusif

INFO OPPORTUNITY.ID– Forum Ekonomi Perempuan (Women’s Economic Forum/WEF) ASEAN 2025 yang diselenggarakan pada 19–21 Juni 2025 di Kuala Lumpur menjadi ajang prestisius bagi para pemimpin perempuan berpengaruh dari kawasan ASEAN dan dunia. Mengusung tema “Pemimpin Perempuan Lintas Batas: Membentuk Masa Depan Ekonomi Perempuan ASEAN,” forum ini menyoroti peran strategis perempuan dalam membentuk ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan.

Acara pembukaan berlangsung di Kementerian Investasi, Perdagangan, dan Industri (MITI) Malaysia, dipimpin oleh YB Datuk Seri Dr. Wan Azizah Wan Ismail, istri Perdana Menteri Malaysia. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri MITI, YB Liew Chin Tong, menyerukan pentingnya peningkatan partisipasi perempuan dalam perekonomian nasional. Adapun upacara penutupan dipimpin oleh YB Datuk Seri Dr. Noraini Ahmad, Wakil Menteri Perempuan, Keluarga, dan Pembangunan Masyarakat.

Forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan dan kolaborasi lintas batas, yang mempertemukan 614 peserta dari 33 negara. Didukung oleh kementerian utama Malaysia serta para penasihat dari kawasan ASEAN, forum ini menyajikan 24 sesi paralel, 10 diskusi pleno, 9 dialog meja bundar, 6 lokakarya, dan 4 sesi fireside chat, dengan kontribusi dari 4 pembicara utama dan 29 moderator.

IBOS Expo 2026

Salah satu sesi penting, “Mendorong Perubahan Lingkungan: Bagaimana Pemimpin Perempuan Mempengaruhi Sheconomy dengan Praktik Berkelanjutan,” dimoderatori oleh Faith Tang, Kepala Pemasaran APAC Watson-Marlow Fluid Technology Solutions (WMFTS). Faith menekankan pentingnya pergeseran mindset industri dari sekadar efisiensi biaya menuju penciptaan nilai berkelanjutan yang menjawab tantangan lingkungan dan kebutuhan pelanggan.

“Untuk menjadi berkelanjutan dan sukses secara komersial, kuncinya adalah fokus pada penciptaan nilai yang sesuai dengan masalah pelanggan,” ujar Faith. Ia menyoroti inovasi Watson-Marlow melalui perancangan ulang produk BioClamp® yang kini lebih efisien secara energi, mengurangi limbah, serta menurunkan emisi karbon sebesar 26% selama siklus hidup produk.

Jacky Chan, Direktur Divisi APAC WMFTS, juga menyambut forum ini sebagai platform penting untuk mendorong kolaborasi lintas negara dan mempromosikan inklusivitas dalam pengembangan ekonomi kawasan. “Pasar ASEAN sangat penting bagi kami, dengan partisipasi perempuan yang terus meningkat dan permintaan tinggi terhadap solusi jalur fluida yang presisi dan berkelanjutan,” ungkapnya. Komitmen Watson-Marlow terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) tercermin dalam pendekatan keberlanjutan yang mereka terapkan secara menyeluruh di kawasan.

IBOS Expo 2026

Forum yang dipimpin oleh Datin Dr. Hartini Osman selaku Presiden WEF ASEAN 2025 ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, namun juga sebuah gerakan transformatif yang mendorong perempuan untuk menjadi agen perubahan global. “WEF ASEAN 2025 bukan sekadar forum, melainkan gerakan perempuan yang memimpin melintasi batas negara, menembus batasan ekonomi, dan membentuk Sheconomy yang berakar pada keadilan, keberlanjutan, dan kemakmuran bersama,” tegasnya.

WEF ASEAN 2025 ditutup dengan pengesahan 27 resolusi strategis yang disusun berdasarkan empat pilar utama: Kekuatan Batin, Inklusi, Integrasi, dan Inovasi. Resolusi ini menjadi cetak biru untuk mempercepat kepemimpinan perempuan dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di seluruh kawasan ASEAN.

Video Pilihan dari INFOBRAND TV
DISCLAIMER
Media INFO OPPORTUNITY tidak bertanggungjawab atas segala bentuk transaksi yang terjalin antara pembaca, pengiklan, dan perusahaan yang tertuang dalam website ini. Kami sarankan untuk bertanya atau konsultasi kepada para ahli sebelum memutuskan untuk melakukan Kerjasama bisnis.

Member of:

Supported By: