FHI 2025 Kembali Digelar, Lulu Grup Soroti Modernisasi Industri Daging dan Peluang Ekspor Indonesia

 INFO OPPORTUNITY.ID– Pameran berskala internasional Food and Hospitality Indonesia (FHI) 2025 kembali diselenggarakan di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Ajang strategis ini menjadi titik temu bagi pelaku industri kuliner dan perhotelan dari berbagai negara untuk menjalin relasi, memperluas pasar, dan berbagi informasi mengenai perkembangan terbaru di sektor pangan dan perhotelan global.

Salah satu peserta yang turut meramaikan FHI 2025 adalah PT Lulu Grup International, perusahaan ritel asal Timur Tengah yang aktif di berbagai pasar global, termasuk pangan dan daging. Menurut Corporate Affairs Director PT Lulu Grup International, Luthfi Husin, keikutsertaan mereka di FHI 2025 merupakan ajang reuni sekaligus forum strategis untuk membahas dinamika pasar daging dunia.

“Pameran ini mempertemukan para produsen daging dan produk turunannya dari berbagai negara seperti Amerika, Jepang, Brasil, India, Australia, hingga Indonesia,” ungkap Luthfi.

IBOS Expo 2026

Ia menilai bahwa meskipun negara-negara produsen besar hadir, Indonesia tidak tertinggal. Namun demikian, Luthfi menekankan pentingnya Indonesia untuk terus belajar dari negara-negara lain, khususnya dalam hal modernisasi fasilitas pemotongan hewan atau Rumah Potong Hewan (RPH).

“Lulu Grup memiliki pengalaman dalam aktivitas pemotongan daging harian di India, Pakistan, dan Australia untuk pasar Dubai. Namun, kami pernah menghentikan sementara pengiriman dari Indonesia karena belum memenuhi standar modernisasi internasional,” jelasnya.

Kendati demikian, Luthfi mengakui bahwa Indonesia tetap memiliki keunggulan kompetitif di sektor lain. Ia mencontohkan keberhasilan Lulu Grup dalam mengekspor telur asal Indonesia ke pasar Timur Tengah, seperti Dubai dan Oman, dalam beberapa bulan terakhir.

IBOS Expo 2026

Melalui keikutsertaannya di FHI 2025, Lulu Grup berharap dapat memperluas jaringan bisnis dan menangkap peluang pasar baru. “Dengan semakin sering mengikuti FHI baik di dalam maupun luar negeri, kami berharap bisa mendapatkan networking atau jaringan baru,” tambahnya.

Luthfi juga memberikan apresiasi atas penyelenggaraan FHI tahun ini yang menurutnya lebih rapi dan kolaboratif. “FHI 2025 terlihat lebih rapih dan bisa mensinergikan kekurangan maupun keunggulan dari produk masing-masing peserta. Kami berdiskusi untuk mencari celah pasar baru di sejumlah negara, khususnya di sektor daging dan turunannya,” ujarnya.

Di tengah ketidakpastian global akibat berbagai konflik dunia, Lulu Grup menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku industri untuk menjaga stabilitas perdagangan. “Kami berharap para stakeholder—baik dari pemerintah maupun pelaku usaha—dapat terus bekerja sama menciptakan iklim perdagangan yang kondusif,” tutur Luthfi.

IBOS Expo 2026

Menutup pernyataannya, Luthfi menyoroti pentingnya posisi Jakarta sebagai tuan rumah ajang-ajang internasional meskipun statusnya sebagai ibu kota negara akan berpindah. “Selepas Jakarta bukan lagi ibu kota dan diwacanakan sebagai kota global, tentu harus tetap ada pameran-pameran internasional di Jakarta. Untuk itu, segenap stakeholder industri perdagingan harus terus dapat bekerja sama,” pungkasnya. 

Video Pilihan dari INFOBRAND TV
DISCLAIMER
Media INFO OPPORTUNITY tidak bertanggungjawab atas segala bentuk transaksi yang terjalin antara pembaca, pengiklan, dan perusahaan yang tertuang dalam website ini. Kami sarankan untuk bertanya atau konsultasi kepada para ahli sebelum memutuskan untuk melakukan Kerjasama bisnis.

Member of:

Supported By: