Era Baru Ekspansi Global: Bisnis Vietnam “Mengepakkan Sayap” Lewat Waralaba Hingga Akuisisi
INFO OPPORTUNITY.ID-Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan-perusahaan Indonesia sering berbicara tentang ekspansi global — namun hal serupa juga terjadi di negara tetangga: Vietnam. Bisnis Vietnam kini tidak hanya fokus pada pasar domestik, tetapi juga mengambil langkah besar untuk memperluas operasi di luar negeri, dari model waralaba hingga investasi langsung melalui akuisisi perusahaan asing.
Q1: Tren Investasi Keluar Negeri yang Menguat
Data resmi menunjukkan bahwa pada 2025, total investasi keluar negeri dari perusahaan Vietnam melonjak hampir 90 %, mencapai sekitar US$ 1,36 miliar — angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah ini mencerminkan strategi pertumbuhan baru di tengah makin ketatnya persaingan di pasar domestik serta kebutuhan perluasan usaha di panggung global.
Perusahaan-perusahaan Vietnam kini lebih aktif membuka proyek baru di luar negeri serta menambah modal pada proyek yang sudah ada. Hingga Desember 2025, Vietnam telah memiliki hampir 2.000 proyek investasi aktif di 85 negara dan wilayah dengan total modal mencapai lebih dari US$ 23,7 miliar.
Q2: Strategi Waralaba — Jalan Ringan ke Pasar Global
Salah satu langkah ekspansi yang makin populer adalah melalui waralaba (franchise). Banyak merek lokal yang menandatangani kesepakatan waralaba internasional, memperkenalkan konsep bisnis Vietnam ke pasar luar negeri dengan lebih cepat dan efisien.
Contoh nyatanya adalah merek kopi lokal yang berhasil membuka gerai di wilayah Asia Selatan dalam waktu singkat setelah menandatangani perjanjian franchise internasional — sebuah tonggak penting bagi brand Vietnam yang ingin meraih pelanggan di luar negeri.
Formasi waralaba ini selain membantu perusahaan memperluas jaringan, juga memberi peluang bagi pebisnis lokal di negara lain untuk bermitra dan memasarkan produk atau layanan dengan dukungan merek Vietnam.
Q3: Akuisisi Perusahaan Asing — Langkah Besar untuk Pencapaian Pasar Global
Selain waralaba, strategi ekspansi yang semakin banyak digunakan adalah akuisisi (pengambilalihan) perusahaan asing.
Alih-alih memulai dari awal, beberapa perusahaan Vietnam memilih membeli perusahaan yang sudah berjalan di negara target. Langkah ini mempercepat penetrasi pasar dan membantu mengamankan sumber daya penting seperti teknologi, tenaga kerja lokal, serta praktik manajemen internasional.
Beberapa contoh aksi nyata termasuk:
-
Perusahaan teknologi Vietnam yang aktif mengakuisisi perusahaan-perusahaan teknologi di Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa untuk meningkatkan pangsa pasar dan kemampuan teknologi global.
-
Masan Group, yang bergerak di sektor dagang komoditas industri, melakukan pembelian platform bisnis di Jerman, memperluas jangkauan ke Eropa, Amerika Utara, serta Cina.
-
Vinamilk, raksasa produk susu Vietnam, mengambil alih perusahaan di Amerika Serikat sebagai langkah strategis dalam ekspor dan distribusi produk.
Q4: Tantangan dan Peluang ke Depan
Walaupun gelombang ekspansi ini memberi banyak peluang, tak sedikit tantangan yang menghadang. Perusahaan Vietnam yang melangkah ke luar negeri sering menghadapi hambatan seperti perbedaan lingkungan hukum, regulasi di negara tujuan, serta kebutuhan biaya awal dan pengelolaan yang lebih kompleks.
Ahli bisnis menekankan bahwa ketahanan usaha di pasar global tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga oleh persiapan manajemen, sistem internal yang matang, serta pemahaman terhadap dinamika pasar internasional.
Perubahan pola pikir dari perusahaan yang dulu berorientasi pada pasar domestik kini menjadi aktor global merupakan tanda positif dari perekonomian Vietnam. Lewat strategi waralaba dan akuisisi perusahaan asing, brand-brand Vietnam mulai memperkuat kehadirannya di panggung global — membawa produk, layanan, serta inovasi mereka ke konsumen internasional.


