Dorong UMKM Naik Kelas, BSI dan BSI Maslahat Perkuat Ekosistem Bakso Halal lewat Digitalisasi dan Zakat
INFO OPPORTUNITY.ID-PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama mitranya, BSI Maslahat, terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan. Lewat program berbasis pemberdayaan zakat, mereka fokus membina UMKM pedagang bakso dengan pendekatan digital dan pendampingan menyeluruh dari hulu ke hilir.
Program ini tak sekadar memberikan bantuan permodalan, tetapi juga memperkuat rantai pasok yang efisien dan transparan melalui teknologi. Salah satu bentuk implementasinya dapat dilihat dari keberhasilan Koperasi Ikhtiar Swadaya Mandiri (ISM) Ngudi Makmur di Jakarta Selatan yang menjadi salah satu penerima manfaat program tersebut.
Koperasi ini menaungi sekitar 100 pelaku UMKM pedagang bakso yang telah memperoleh sertifikasi halal, pelatihan pengelolaan keuangan, serta akses langsung ke peternak mitra BSI Maslahat. Menurut Joko Iskandar, selaku pengurus koperasi, pendampingan yang diberikan bersifat menyeluruh. “Kami bukan hanya mendapat dana usaha, tapi juga kemudahan dalam mengakses bahan baku dari peternak serta Rumah Potong Hewan (RPH) halal bersertifikat,” ujar Joko.
Digitalisasi memainkan peran sentral dalam mengoptimalkan rantai distribusi. Sistem terintegrasi memungkinkan daging sapi dan ayam dari peternak binaan di Lampung langsung diproses di RPH, kemudian dikirimkan ke pelaku usaha bakso tanpa perantara tambahan. “Biaya produksi jadi lebih efisien dan kualitas bahan baku lebih terjaga. Kini kami hanya melalui dua tangan distribusi, bukan tiga,” imbuhnya.
Transformasi ini berdampak nyata pada peningkatan pendapatan para pelaku usaha. Dari yang semula hanya meraih omzet harian sekitar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu, kini mereka mampu meraup Rp700 ribu hingga Rp800 ribu per hari. Selain itu, BSI juga menyediakan akses layanan pembayaran digital seperti QRIS untuk memudahkan transaksi. “UMKM binaan kami kini tidak hanya berkembang secara ekonomi, tapi juga menjadi bagian dari ekosistem perbankan syariah sebagai nasabah BSI,” tambah Joko.
Hingga November 2024, BSI tercatat telah menyalurkan dana zakat sebesar Rp152,30 miliar untuk berbagai sektor strategis, termasuk sektor ekonomi dan pendidikan. Ke depan, program serupa direncanakan untuk diperluas ke lebih banyak koperasi di seluruh Indonesia, demi membangun ekosistem UMKM yang mandiri dan berkelanjutan.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk menggerakkan roda ekonomi rakyat. Harapannya, program ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil,” tutup Joko.
Kombinasi antara zakat produktif dan teknologi digital membuktikan komitmen BSI dan BSI Maslahat dalam memajukan sektor UMKM serta memperkuat ekosistem halal nasional secara berkelanjutan.

