Dorong UMKM Go Digital, Pemerintah Disarankan Gandeng Startup AI Lokal
INFO OPPORTUNITY.ID-Praktisi Teknologib, Kun Wardana Abyoto, menyarankan pemerintah mengintegrasikan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan UMKM. Indonesia, katanya, bisa mencontoh apa yang sudah dikembangkan di Tiongkok.
Dimana mereka mengembangkan AI berupa chatbot yang berfungsi seperti smart call center yang dapat menjawab pertanyaan seputar dunia usaha. “Chatbot yang dikhususkan bagi UMKM itu bisa menjawab berbagai pertanyaan soal usaha, misalkan bagaimana melakukan strategi pemasaran,” kata Kun.
“Hal seperti ini sebenarnya bisa diterapkan di Indonesia. Apalagi sudah ada juga startup lokal yang mengembangkan aplikasi serupa, seperti untuk sektor pertanian," ujarnya.
Pemerintah, lanjutnya, dapat berkerjasama dengan startup-startup lokal mengembangkan chatbot serupa khusus untuk UMKM Indonesia. Selain lokal, para pelaku UMKM juga dapat bekerja sama dengan startup luar negeri.
“Jika pengembangannya oleh startup lokal otomatis algoritmanya juga lokal Indonesia. Tapi kalau menggunakan produk AI perusahaan global, algoritma disesuaikan dengan kebutuhan global,” tambahnya.
“Pemerintah juga bisa meningkatkan literasi digital bagi UMKM untuk memanfaatkan AI dalam pembenahan dan pengembangan usaha mereka. Pemerintah bisa mengarahkan pelaku UMKM mulai menggunakan AI dalam mendukung operasional mereka," katanya.
Misalnya, kata Kun, chatbot untuk layanan pelanggan. AI ini, katanya, dapat memberikan layanan pelanggan, menjawab pertanyaan umum, dan membantu pelanggan dalam proses pemesanan atau pembelian.
AI jenis ini, sebut Kun, sebenarnya sudah digunakan oleh para pelaku usaha di marketplace di Indonesia. “Pelaku UMKM juga bisa diedukasi untuk menggunakan AI dalam menganalisis ulasan dan memahami keinginan pelanggan,” ujarnya.
“AI juga dapat membantu dalam mengoptimalkan kampanye pemasaran dengan menganalisis data dan perilaku pelanggan. Sehingga kampanye pemasaran UMKM juga bisa lebih efektif dan efisien.”
UMKM, sebutnya, juga bisa diedukasi menggunakan AI untuk membantu membuat laporan keuangan. Seperti kita ketahui, kata dia, UMKM Indonesia banyak yang kesulitan membuat laporan keuangan yang lebih professional.
Melalui edukasi dan literasi digital yang lebih masif dan terarah, Kun yakin UMKM Indonesia akan makin maju. Selain itu, dia juga menyarankan agar pemerintah juga berupaya mengurangi digital gab atau kesejangan digital.
Pasalnya, digital gab inilah yang menjadi penyebab terjadinya AI gab atau kesenjangan AI. Digital gap merujuk pada perbedaan akses, keterampilan, dan pemanfaatan teknologi digital antara individu atau kelompok masyarakat.
Kesenjangan ini terjadi karena faktor ekonomi, sosial, dan geografis, yang menyebabkan kesulitan mengakses internet, perangkat teknologi, atau pelatihan keterampilan digital. Akibatnya, mereka tertinggal dalam hal pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi dalam ekonomi digital.


