Dari Reseller ke Founder Skincare: Perjalanan Inspiratif Prayogo & Istri
INFO OPPORTUNITY.ID-Perjalanan bisnis di dunia skincare sering tampak seperti cerita sukses kilat di luar. Padahal, di balik angka penjualan yang melonjak dan pengikut media sosial yang besar, founder harus melewati proses panjang penuh tantangan, kerja keras, dan pengorbanan. Cerita pasangan suami istri Prayogo Waluyo dan istrinya, yang akrab dipanggil Kak Ciwin, adalah salah satu kisah nyata tentang itu.
Awal yang Sederhana: Berangkat dari Reseller
Sebelum menjadi pemilik brand HIQWEEN, perjalanan mereka justru dimulai dari sesuatu yang sederhana: menjadi reseller produk kecantikan saat masih kuliah. Dari situ, mereka belajar banyak hal tentang kebutuhan pasar, cara menarik pelanggan, serta tantangan operasional dasar seperti packing dan pengiriman paket sendiri hingga larut malam.
Dalam fase ini, Prayogo juga masih bekerja sebagai dosen, dan seluruh penghasilannya habis untuk kebutuhan keluarga — terutama cicilan rumah (KPR). Bisnis skincare yang mereka jalankan pada awalnya bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi murni sebagai kebutuhan keluarga. Bahkan pada saat anak mereka masih kecil, Ciwin tetap merangkap peran sebagai ibu rumah tangga sekaligus pebisnis yang aktif mengantar paket dan melayani pelanggan.
Jadikan Masalah Konsumen Sebagai Peluang
Rasa empati terhadap masalah konsumen menjadi titik awal brand mereka. Ciwin, yang berlatar belakang ilmu kebidanan, menyadari banyak ibu hamil dan menyusui mencari skincare yang aman dan efektif. Dari kebutuhan tersebut, lahirlah HIQWEEN sebagai solusi, dengan filosofi bahwa setiap perempuan adalah “queen” yang layak dirawat dengan produk aman dan berkualitas.
Awalnya, penjualan mereka kecil—pernah hanya mencatat 13 resi per hari. Tapi lewat strategi pemasaran yang fokus pada komunitas penjual dan seller berpengalaman, order mereka melonjak dalam waktu singkat menjadi ribuan paket per minggu.
Lika-Liku & Tantangan Terberat
Kesuksesan tidak datang tanpa perjuangan. Mereka mengalami masa sulit saat tim operasional belum matang sehingga pada tahun 2023 sempat merugi lebih dari Rp6 miliar. Tantangan demi tantangan seperti supply chain yang tidak stabil dan manajemen yang belum efektif harus mereka hadapi.
Namun dari cobaan tersebut muncul banyak pelajaran berharga — terutama dalam membangun sistem yang lebih baik dan mengelola peran dalam tim maupun sebagai pasangan suami istri yang bekerja bersama.
Lonjakan Penjualan & Strategi Konten
Keputusan untuk serius membangun personal branding lewat konten edukatif juga membawa dampak besar. Mereka memanfaatkan platform seperti TikTok untuk menjelaskan manfaat produk dan edukasi bahaya bahan berbahaya seperti merkuri, yang kemudian menarik perhatian hingga jutaan penonton. Akibatnya, HIQWEEN kini mampu mencatat puluhan ribu resi pengiriman per hari.
Filosofi Bisnis: Keberkahan, Bukan Sekadar Profit
Salah satu nilai yang terus dijaga oleh Prayogo dan Ciwin adalah prinsip bahwa bisnis bukan sekadar mengejar uang, tetapi mencari keberkahan. Mereka menghindari hutang dan investasi dengan syarat yang memberatkan, serta tetap mengutamakan hubungan baik dengan tim. Filosofi ini mereka sebut sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap pelanggan, tim, dan keluarga.


