APINDO Peringatkan Dampak Tarif Tinggi AS: Sektor Padat Karya Terancam

INFO OPPORTUNITY.ID-Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengingatkan bahwa kebijakan tarif impor tambahan dari Amerika Serikat, yang akan diberlakukan awal Agustus tahun depan, berpotensi menjadi pukulan telak bagi industri padat karya nasional. Kebijakan tersebut diumumkan langsung oleh Presiden AS, Donald J. Trump, melalui surat resmi kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Ketua Umum APINDO, Shinta Widjaja Kamdani, menjelaskan bahwa sektor-sektor industri yang sangat bergantung pada pasar ekspor ke AS — seperti tekstil, alas kaki, furnitur, dan mainan — akan menghadapi tekanan besar. Apalagi, hal ini terjadi di tengah tren melemahnya sektor manufaktur, melonjaknya biaya produksi, serta perlambatan permintaan global.

"Walaupun porsi ekspor Indonesia ke AS masih tergolong kecil dibandingkan total ekspor nasional, potensi penurunan permintaan dan masuknya barang murah atau ilegal tetap menjadi ancaman serius," ujar Shinta dalam pernyataan resminya.

IBOS Expo 2026

Menurutnya, keberhasilan Indonesia dalam merespons kebijakan ini sangat bergantung pada ketegasan dan arah diplomasi ekonomi pemerintah. APINDO sendiri mengaku telah aktif menyuarakan kepentingan pelaku usaha dalam berbagai forum resmi dan menyampaikan masukan tertulis kepada pemerintah.

Shinta menekankan setidaknya ada tiga pendekatan yang kini tengah diprioritaskan dunia usaha. Pertama, menciptakan kesepakatan dagang timbal balik dengan AS melalui peningkatan pembelian komoditas strategis asal negeri Paman Sam, seperti bahan baku pertanian dan energi. Langkah ini dinilai dapat meredakan kekhawatiran AS terhadap ketimpangan neraca dagang.

Kedua, penguatan diversifikasi pasar ekspor menuju negara-negara non-tradisional dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu wilayah. Hal ini harus diiringi peningkatan efisiensi dan daya saing industri sepanjang rantai pasok.

IBOS Expo 2026

Ketiga, percepatan reformasi regulasi dalam negeri menjadi kunci. Deregulasi lintas sektor yang konsisten diyakini mampu membuka ruang usaha yang lebih fleksibel dan kompetitif bagi pelaku industri nasional.

Surat resmi dari Presiden Trump menyoroti ketimpangan perdagangan dengan nada tegas. Ia menyebut bahwa hubungan dagang AS-Indonesia selama ini merugikan pihaknya, dan mengenakan tarif tambahan sebagai "langkah awal" menuju hubungan yang lebih seimbang.

Meski begitu, Trump tetap membuka ruang negosiasi. Dalam suratnya, ia menyatakan bahwa tarif dapat dibatalkan jika pelaku usaha Indonesia bersedia membangun fasilitas produksi langsung di wilayah AS, dengan janji proses perizinan yang cepat dan efisien.

IBOS Expo 2026

Dunia usaha Indonesia kini menantikan sikap resmi pemerintah terhadap surat tersebut. Dengan waktu implementasi yang masih tersedia, Shinta berharap jalur negosiasi dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk melindungi industri nasional.

Video Pilihan dari INFOBRAND TV
DISCLAIMER
Media INFO OPPORTUNITY tidak bertanggungjawab atas segala bentuk transaksi yang terjalin antara pembaca, pengiklan, dan perusahaan yang tertuang dalam website ini. Kami sarankan untuk bertanya atau konsultasi kepada para ahli sebelum memutuskan untuk melakukan Kerjasama bisnis.

Member of:

Supported By: