Alfamart Investasi Rp16,2 Miliar ke Startup Pengelola Minyak Jelantah
INFO OPPORTUNITY.ID– Emiten ritel barang konsumsi primer, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), yang dikenal sebagai pengelola jaringan ritel Alfamart, resmi menanamkan investasi senilai US$1 juta atau sekitar Rp16,2 miliar (kurs US$1 = Rp16.200) ke perusahaan rintisan green technology berbasis lingkungan, PT Noovoleum Indonesia Investama.
Investasi tersebut dilakukan dalam bentuk pengambilan saham non-pengendali (non-controlling interest) dan bertujuan untuk meraih peluang bisnis sekaligus membangun sinergi jangka panjang di sektor keberlanjutan.
“Tujuan investasi adalah memperoleh peluang investasi di samping kerja sama sinergi bisnis,” ujar Sekretaris Perusahaan AMRT, Tomin Widian, sebagaimana tertuang dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/7/2025).
Manajemen AMRT juga menegaskan bahwa transaksi ini tidak termasuk dalam kategori transaksi material, afiliasi, maupun benturan kepentingan.
Startup Pengelola Limbah Berbasis AI
Noovoleum Indonesia Investama adalah perusahaan rintisan yang didirikan pada 2022 dan fokus pada pengelolaan serta pengumpulan limbah minyak jelantah, khususnya dari rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Startup ini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam sistem pengumpulannya dan memberikan insentif berbasis bagi hasil kepada mitra pengumpul.
Tak hanya beroperasi di Indonesia dengan basis utama di Bandung, Jawa Barat, Noovoleum juga memperluas ekspansinya ke Singapura dengan entitas usaha Noovoleum Pte., Ltd. Perusahaan ini saat ini dipimpin oleh Philippe Micone sebagai CEO.
Pada April 2025 lalu, Noovoleum juga menjalin kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (BRIN) untuk mendukung pengembangan sustainable aviation fuel (SAF) atau bahan bakar ramah lingkungan untuk pesawat terbang, yang bersumber dari minyak jelantah.
Pergerakan Saham AMRT
Meski kabar investasi ini mencerminkan arah keberlanjutan dari strategi bisnis AMRT, pergerakan harga saham perusahaan belum menunjukkan penguatan. Pada penutupan perdagangan hari ini, harga saham AMRT melemah 1,25% ke level Rp2.370, setelah dibuka di posisi Rp2.410 pada pagi hari. Volume transaksi tercatat sebanyak 27,19 juta saham, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp99,66 triliun.
Langkah strategis AMRT ini dinilai sebagai bagian dari upaya diversifikasi bisnis yang juga sejalan dengan tren investasi berkelanjutan, terutama dalam pengelolaan limbah dan ekonomi sirkular.


