Akses Pasar Jutaan Penumpang, Enam Produk Pangan UMKM Kini Hadir di Kereta Api
INFO OPPORTUNITY.ID — Langkah strategis pemerintah untuk memperluas pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali menunjukkan hasil nyata. Pada Selasa, 24 Februari 2026, enam produk pangan lokal terpilih resmi hadir dan dipasarkan melalui layanan kereta api jarak jauh. Inisiatif ini dilakukan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub), PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan anak usahanya PT Reska Multi Usaha (KAI Services) sebagai upaya membuka akses pasar yang sangat luas bagi pelaku UMKM.
Acara peluncuran dilakukan di Stasiun Gambir, Jakarta, dengan peninjauan langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di dalam gerbong layanan kereta Argo Sindoro tujuan Semarang Tawang. Keduanya melihat langsung bagaimana produk-produk UMKM tersebut tampil di etalase kuliner kereta.
Pilihan Produk Lokal yang Masuk Jaringan Kereta
Usai melalui proses seleksi ketat dari sekitar 50 produk unggulan hasil business matching yang difasilitasi oleh Kemendag pada tahun 2025, keenam produk pangan yang terpilih kini resmi dipasarkan di jaringan bisnis KAI Services. Produk-produk tersebut antara lain:
-
Pempek Crunchy
-
Kulit Ayam Crispy
-
Tahu Walik
-
Keripik Singkong Panggang
-
Stik Keju Ulir
-
Minuman Jahe Rempah
Beberapa dari produk ini tersedia di layanan kereta restorasi yang beroperasi di 15 jalur kereta api jarak jauh seperti Argo Bromo Anggrek, Gajayana, Jayabaya, hingga Majapahit; sementara sisanya dipasarkan di beberapa titik Loko Café di stasiun besar seperti Stasiun Bandung, Stasiun Tugu, dan Stasiun Malioboro.
Potensi Pasar yang Menjanjikan
Mendag Budi Santoso menekankan bahwa langkah ini bukan hanya soal distribusi produk, tetapi juga meningkatkan daya saing UMKM di pangsa pasar yang besar. Menurut data Kemendag, program ini menyasar pasar captive market yang dikelola KAI Services, dengan potensi jangkauan hingga sekitar 51 juta penumpang per tahun melalui kereta api antarkota.
Kemendag menyatakan bahwa kerja sama ini diharapkan membuka peluang jangka panjang bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen yang jauh lebih luas, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik melalui peningkatan permintaan.
Sementara itu, Menhub Dudy Purwagandhi menyambut baik upaya tersebut dan berharap agar pemasaran produk UMKM tidak hanya terbatas pada kereta api, tetapi dapat diperluas ke sarana transportasi lain seperti bus, kapal, hingga area stasiun, pelabuhan, dan bandara di masa mendatang.
Dukungan Langsung dari Pelaku UMKM dan Penumpang
Respons dari pelaku UMKM yang produknya berhasil masuk jaringan KAI sangat positif. Mereka menyampaikan harapan agar kerja sama ini dapat terus berlanjut, sehingga produknya semakin dikenal publik. Demikian pula dengan penumpang kereta yang kini memiliki pilihan camilan lokal khas Indonesia selama perjalanan mereka.
Inisiatif kolaboratif antara pemerintah dan operator kereta api membuka peluang besar bagi UMKM pangan Indonesia untuk menembus pasar yang luas melalui jaringan transportasi publik. Dengan hadirnya enam produk lokal di layanan kereta api jarak jauh, potensi penjualan dan promosi produk dalam negeri dapat meningkat secara signifikan.


